Sumba — The Beauty of Nature & Culture
Pulau yang menghidupkan rasa.
Sumba bukan sekadar destinasi. Dari hamparan savana, pantai eksotik, air terjun tersembunyi, hingga desa adat yang masih hidup — setiap sudutnya punya cerita. Kami operator lokal yang tinggal di Waikabubak dan mengantar Anda menemukannya.
Paket perjalanan
Semua perjalanan bersifat privat, bukan open trip. Satu mobil ber-AC dengan driver yang merangkap tour guide, ditambah dokumentasi kamera mirrorless dan drone. Mulai Rp 4.100.000 per orang.
3H2M · 2 pilihan rute
Paket Wisata Sumba 3 Hari 2 Malam
Dua pilihan rute untuk cuti pendek — berputar di bagian barat, atau menyeberang sampai Sumba Timur.
- Paket 1: Sumba Barat Daya – Sumba Barat
- Paket 2: Sumba Barat Daya – Sumba Barat – Sumba Timur
4H3M · 2 pilihan rute
Paket Wisata Sumba 4 Hari 3 Malam
Menambah satu hari untuk air terjun yang lebih jauh — Tanggedu dan Waimarang di timur, atau Matayangu di jalur tengah.
- Paket 1: Sumba Barat Daya – Sumba Barat – Sumba Timur
- Paket 2: Sumba Barat Daya – Sumba Barat
Sumba adalah pulau yang menghidupkan rasa
Rasa tentang perjalanan untuk menemukan keindahan yang masih alami — rasa yang tidak mudah dilupakan.
Lanskap alam yang luar biasa
Sumba memiliki perpaduan bukit savana, pantai, air terjun, dan hamparan alam yang terasa luas dan alami.
Savana yang berubah warna
Saat musim hujan sekitar November hingga Juni, padang savana tampak hijau. Saat kemarau sekitar Juli hingga Oktober, savana berubah menjadi keemasan.
Pantai yang masih alami
Pasir putih, tebing karang yang kokoh, dan suasana yang masih terjaga kebersihan serta ketenangannya. Waktu terbaik menikmatinya adalah ketika matahari terbenam.
Air terjun tersembunyi
Di balik perbukitan Sumba tersembunyi air yang mengalir jernih di antara bebatuan. Perjalanan menuju ke sana bukan sekadar perjalanan, melainkan petualangan ke sisi lain Sumba yang masih alami.
Budaya yang masih hidup
Tradisi turun-temurun yang masih terjaga — kain tenun, tradisi Pasola, dan keramahan masyarakatnya menjadi bagian penting dari identitas pulau ini.
Kuda Sumba dan kehidupan pedesaan
Kuda Sumba menggambarkan karakter pulau ini: kebebasan, kekuatan, dan kedekatan dengan kehidupan masyarakatnya.
Destinasi yang kami datangi
12 titik di empat kabupaten. Setiap halaman memuat waktu terbaik berkunjung, tingkat kesulitan medan, dan hal yang perlu disiapkan.
Sumba Barat Daya
Laguna
Laguna Weekuri
Laguna air asin berwarna tosca yang terbentuk dari rembesan air laut melalui celah karang, tenang dan aman untuk berenang.
Pantai
Pantai Mandorak
Teluk kecil berpasir putih yang dijaga dua tebing karang besar, hanya beberapa menit dari Laguna Weekuri.
Kampung adat
Desa Adat Ratenggaro
Desa adat di pesisir Kodi dengan menara atap tertinggi di Sumba dan deretan kubur batu megalitik menghadap laut.
Sumba Barat
Air terjun
Air Terjun Weekacura
Air terjun dengan kolam batu alami bertingkat, dikelilingi hamparan sawah, dengan akses jauh lebih mudah dibanding air terjun lain.
Kampung adat
Desa Adat Praijing
Desa adat di lereng bukit dekat Waikabubak dengan puluhan rumah beratap menara yang tersusun mengelilingi halaman batu.
Air terjun
Air Terjun Lapopu
Air terjun bertingkat di dalam Taman Nasional Manupeu Tanadaru, dengan kolam alami berwarna hijau tosca di dasarnya.
Pantai
Pantai Watubela
Pantai dengan formasi batu karang menonjol di garis pantainya, masih sepi dan jarang masuk daftar kunjungan wisatawan.
Sumba Timur
Bukit
Bukit Tanarara
Perbukitan savana bergelombang dengan jalan berkelok di lembahnya, berubah dari hijau ke keemasan mengikuti musim.
Air terjun
Air Terjun Tanggedu
Air terjun di dalam ngarai batu berundak dengan kolam biru, dicapai lewat jalur yang cukup jauh dari titik kendaraan.
Air terjun
Air Terjun Waimarang
Kolam alami berwarna biru tosca dikelilingi tebing batu kapur, dicapai dengan menuruni tangga alami yang cukup menguras tenaga.
Pantai
Pantai Walakiri
Pantai dengan mangrove kerdil berbentuk seperti penari, paling dikenal sebagai titik matahari terbenam terbaik di Sumba Timur.
Budaya yang masih hidup
Tradisi turun-temurun yang masih terjaga adalah hal yang sudah sulit ditemukan di tempat lain. Sumba menghadirkannya — mulai dari kain tenun dengan cerita di setiap motifnya, tradisi Pasola, hingga keramahan masyarakatnya.
Mengunjungi desa adat memberi pengalaman melihat langsung kehidupan sehari-hari masyarakat yang masih mempertahankan warisan leluhur. Kami mengurus izin masuk dan retribusi, lalu mendampingi Anda soal aturan setempat: bagian mana yang boleh difoto dan kapan sebaiknya kunjungan ditunda.
Pasola digelar Februari–Maret. Tanggal pastinya ditetapkan rato adat setelah nyale muncul, jadi baru diketahui sekitar dua minggu sebelumnya.
Kapan sebaiknya datang
November – Juni
Savana hijau
Padang savana tampak hijau dan air terjun paling deras. Hujan turun sore hari, beberapa jalan tanah menjadi licin.
Juli – Oktober
Savana keemasan
Padang savana berubah menjadi keemasan — pemandangan yang paling dicari untuk foto. Air terjun menyusut dan udara berdebu.
Februari – Maret
Musim Pasola
Tradisi Pasola digelar di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Tanggal pastinya ditetapkan rato adat setelah nyale muncul, jadi baru diketahui sekitar dua minggu sebelumnya.
Selengkapnya: yang termasuk, perlengkapan, dan syarat pemesanan →
Kenapa operator lokal
Kami berkantor di Waikabubak, bukan di Jakarta atau Bali. Driver kami warga Sumba yang memahami bahasa daerah setempat, mengenal jalannya, dan tahu jam terbaik tiba di tiap titik sebelum rombongan lain datang.
Kondisi lapangan kami sampaikan apa adanya sebelum Anda memesan, bukan setelah tiba. Bila air terjun yang Anda tuju sedang surut, kami katakan, lalu menawarkan alternatif.
Ceritakan tanggal dan lama perjalanan Anda
Kirim tanggal tiba, jam pesawat, dan jumlah peserta. Kami balas dengan rencana harian dan rincian biaya. Itinerary dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.